Senin, 12 Desember 2011

PROPOSAL PENELITIAN BUAH STRAWBERRY


Description: UNEJ-LOGO-gitu loh



TINGKAT MOTIVASI DAN KESEJAHTERAAN PETANI  STRAWBERRY DI KECAMATAN MALANGBONG
KABUPATEN GARUT




PROPOSAL PENELITIAN



diajukan guna memenuhi salah satu syarat menyelesaikan tugas
mata praktikum Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi
pada Program Studi Agribisnis
Fakultas Pertanian Universitas Jember




Pembimbing:
Nirgasari



Oleh:
Zainal Abidin
Nim 101510601062



PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN


UNIVERSITAS JEMBER
2011      


BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penduduk Indonesia sebagian besar adalah petani, mereka melakukan usaha taninya pada lingkungan yang beragam dan rentan resiko. Perjuangan masyarakat petani mengembangkan cara yang tak terbatas untuk mendapatkan pangan dan serat dari tanaman. Suatu cakupan keragaman sistem pertanian telah berkembang yang masing-masing di sesuaikan dengan kondisi ekologis lokal dan sangat terikat dengan budaya lokal. Suatu pandangan yang lebih dekat pada pertanian “tradisional” menunjukan bahwa mereka tidaklah statis.
Hortikultura berasal dari kata “hortus” (= garden atau kebun) dan “colere” (= to cultivate atau budidaya). Secara harfiah istilah Hortikultura diartikan sebagai usaha membudidayakan tanaman buah-buahan, sayuran dan tanaman hias. Hortikultura merupakan suatu cabang dari ilmu pertanian yang mempelajari budidaya buah-buahan, sayuran dan tanaman hias. Ditinjau dari fungsinya tanaman hortikultura dapat memenuhi kebutuhan jasmani sebagai sumber vitamin, mineral dan protein (dari buah dan sayur), serta memenuhi kebutuhan rohani karena dapat memberikan rasa tenteram, ketenangan hidup dan estetika (dari tanaman hias/bunga).
Peranan hortikultura adalah : a). Memperbaiki gizi masyarakat, b) memperbesar devisa negara, c) memperluas kesempatan kerja, d) meningkatkan pendapatan petani, dan  e) pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan. Namun dalam kita membahas masalah hortikultura perlu diperhatikan pula mengenai sifat khas dari hasil hortikultura, yaitu : a). Tidak dpat disimpan lama, b) perlu tempat lapang (voluminous), c) mudah rusak (perishable) dalam pengangkutan, d) melimpah/meruah pada suatu musim dan langka pada musim yang lain, dan e) fluktuasi harganya tajam (Ninda, 1997).
Mengetahui manfaat serta sifat-sifatnya yang khas, dalam pengembangan hortikultura agar dapat berhasil dengan baik maka diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap permasalahan hortikultura tersebut. Hortikultura adalah komoditas yang akan memiliki masa depan sangat cerah menilik dari keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimilikinya dalam pemulihan perekonomian Indonesia waktu mendatang. Oleh karenanya kita harus berani untuk memulai mengembangkannya pada saat ini. Seperti halnya negara-negara lain yang mengandalkan devisanya dari hasil hortikultura, antara lain Thailand dengan berbagai komoditas hortikultura yang serba  Bangkok, Belanda dengan bunga tulipnya, Nikaragua dengan pisangnya, bahkan Israel dari gurun pasirnya kini telah mengekspor apel, jeruk, anggur dan sebagainya.
Strawberry merupakan salah satu komoditas buah buahan yang terpenting dunia, terutama untuk negara negara iklim tropis. Permintaan dunia akan buah stawberry cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. Daya serap pasar yang semakin tinggi, hal ini berarti agribisnis strawberry mempunyai prospek yang cerah. Negara yang beriklim subtropis pengembangan budidaya strawberry di jadikan salah satu sumber devisa. Produksi buah strawberry di dunia telah menghasilkan 650.000 ton setiap tahunnya. Negara produsen dan pengekspor saat ini adalah Amerika Serikat, Jepang, Meksiko Polandia dan Italia. Perkembangan selanjutnya, baik secara cepat maupun lambat daerah daerah yang beriklim tropis pun akan menaruh perhatian yang besar terhadap agribisnis tanaman strawberry.
Budidaya strawberry pada mulanya di dominasi daerah daerah atau beriklim subtropis, akan tetapi seiring perkembangan ilmu dan teknologi pertanian semakin maju, kini strawberry mendapatkan perhatian pengembangan di daerah beriklim tropis. Penanaman strawberry di Indonesia sudah lama di rintis sejak zaman kolonialisasi Belanda, akan tetapi pengembangannaya masih dalam skala kecil. Walaupun strawberry bukan tanaman Indonesia namun pengembangan komoditas ini yang berpola agribisnis dan agroindustri dapat di ketagorikan sebagai satu sumber pendapatan baru dalam sektor pertanian. Fakta ini didasari dengan semakin banyaknya penggemar stawberry baik konsumsi dalam keadaan segar maupun yang telah di olah menjadi berbagai macam makanan.
Strawberry tumbuh dengan baik pada tanah dengan drainase yang baik. Biasanya di pilih tanah lempung berpasir dengan pH 5,8-6,5. Pemilihan lokasi untuk penanaman strawberry sedapat mungkin dihindari dari tanah yang pernah di tanami kentang, terung, tomat dan cabai dalam tiga tahun terakhir. Tanah yang pernah yang ditanami tanaman tersebut kemungkinan besar telah tercemar oleh cendawan verticilium yang menyebabkan kelayuan pada tanaman. Tanah juga perlu di garpu agar lapisan tanah tidak memadat. Pemadatan tanah dapat menghalangi proses penyerapan air dan menyebabkan air tergenang pada daerah akar. Tanah yang terlalu basah ini dapat mempertinggi kemungkinan penyakit pada akar  (Gunawan, 1996).
Tanaman strawberry yang tumbuh terlalu rimbun, mempunyai banyak daun dan sulur sehingga akan menjadi kurang produktif berbunga dan berbuah. Daun daun yang terlalu rimbun dan banyak bersulur di pangkas. Pemangkasan daun dan sulur hendaknya di lakukan secara teratur terutama membuang daun daun tua atau daun rusak yang di sebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Pemangkasan biasanya dilakukan pada bunga pertama dan stadium pentil yang tumbuh berlebihan. Pemangkasan bunga pertama bertujuan untuk mendewasakan tanaman ke fase generatif dan tumbuh kuat. Sedangkan tujuan dari pemangkasan bunga stadium pentil yaitu pada tanaman yang telah berumur 3-4 hari sejak berbunga, dimaksudkan agar dapat memperoleh buah berukuran besar dan berkualitas (Rukmana, 1998).
Usaha tani di kecamatan malangbong telah berlangsung sejak lama. Kegiatan usaha tani strawberry telah menjadikan fokus mata pencarian petani sehari hari. Hasil dari usahatani strawberry digunakan petani untuk mencukupi kebutuhan petani dan keluarga. Petani strawberry tergolong petani kurang maju, karena petani strawberry di kecamatan malangbong kurang menerima berbagai informasi  tentang tentang usaha tani dan belum terbentuknya kelompok tani. Sehingga petani strawberry mengalami kerugian yang cukup besar yang diakibatkan karena hujan yang tidak henti-hentinya dan tidak menerima informasi dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut, yang mengakibatkan buah strawberry menjadi busuk dan pohon-pohon pun menjadi layu.




1.2  Perumusan Masalah
1.      Bagaimana motivasi petani strawberry di kecamatan Malangbong ?
2.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat motivasi petani di kecamatan Malangbong  ?
3.      Bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat di kecamatan Malangbong ?

1.3  Tujuan dan Manfaat
1.3.1        Tujuan
1.      Untuk mengetahui seberapa berpengaruhnya  tingkat motivasi terhadap petani di kecamatan Malangbong
2.      Untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi tingkat motivasi petani di kecamatan Malangbong
3.      Untuk mengetahui kesejahteraan masyarakat di kecamatan Malangbong saat terjadinya penurunan dan kenaikan harga strawberry

1.3.2                    Manfaat
1.      Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi petani strawberry
2.      Hasil penelitian bisa jadi masukan terhadap petani strawberry
3.      Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan tambahan informasi bagi peneliti-peneliti selanjutnya.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Tinjauan Pustaka
2.1.1   Penelitian Terdahulu
Menurut Meirani (2002) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat motivasi kerja wanita di sektor perikanan laut adalah jumlah keluarga, pinjaman modal dan umur. Sedangkan faktor pendapatan suami memberikan pengaruh nyata terhadap motivasi kerja wanita di sektor perikanan laut hasil analisis ini menyatakan bahwa motivasi kerja dengan produktivitas kerja wanita di sektor perikanan laut.
Rismayani (1991) analisis pengaruh sistem saluran pemasaran terhadap usaha tani singkong. Studi kasus aktivasi dan pemasara singkong di kecamatan padang hulu, kota Madya Tebing Tinggi. Metode yang di gunakan adalah metode survey dengan 50 responden menggunakan simple random sampling. Dari hasil penelitian dapat di ketahui dalam proses penyampaian singkong dari petani ke konsumen akhir terdapat dua saluran pemasaran utama yaitu dari petani ke pedang pengumpul atau tengkulak dan kepada konsumen, dari petani keindustri pengolah, pasar dan warung. Penelitian yang di teliti seperti informasi (informasi pasar, harga, teknis) faktor produksi (modal, tenaga kerja, keterampilan) mempunyai hubungan erat dengan motivasi petani dalam melaksanakan usaha tani singkong.
Rafita (2005) meneliti dengan judul “analisis agribisnis jeruk pontianak terhadap pendapatan petani: Studi kasus di kecamatan tebas kabupaten Sambas provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dengan 40 responden menggunakan stratified random sampling. Hasil penelitian adalah pada pengusahan skala luas lahan 0,5 ha tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup petani baik dengan tingkat kesejahteraan rendah, sedang dan tinggi: pada luas lahan 1,0 Ha dapat memenuhi tingkat kesejahteraan rendah, sedangkan pada pengusaha luas lahan 2,0 Ha dapat memenuhi kebutuhan hidup petani pada tingkat kesejahteraan tinggi.

Menurut Prasetyo (2006) faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap motivasi petani pada program cooperative farming adalah umur, pengalaman, intensitas penyuluhan dan jaminan pasar. Pada penelitian ini juga menyatakan bahwa motivasi petani berpengaruh tidak nyata terhadap peningkatan usaha tani padi. Kondisi ini disebabkan karena dua aspekyakni aspek ekonomi. Pada aspek ekonomi di sebabkan karena dua aspek yakni aspek ekonomi. Pada aspek ekonomi di sebabkan karena perbedaan harga jual standar kualitas. Pada aspek sosial di sebabkan karena tingkat partisipasi petani masih rendah. Hasil penelitian ini juga menyebutkan bahwa tingkat motivasi petani dalam program cooperative farming adalah tinggi dimana skor tingkat motivasi petani yang diperoleh menyatakan bahwa responden yang mempunyai tingkat motivasi tinggi sebanyak 27 (90%) orang dan responden yang mempunyai tingkat motivasi rendah sebanyak 3 orang (10%).

2.1.2   Komoditas Strawberry
Menurut Gunawan (1995) Stroberi merupakan buah yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Daya tarik buah ini terletak pada warnanya yang merah mencolok dengan bentuk yang mungil, menarik, dan rasanya yang manis segar. Negara penghasil utama stroberi di dunia adalah Amerika Serikat dengan produksi sekitar 224.000 ton per tahun dibandingkan dengan luar negeri, usaha stroberi di Indonesia masih tergolong pada skala kecil.
Tanaman stroberi dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan 600-700 mm/tahun. Lamanya penyinaran cahaya matahari yang dibutuhkan dalam pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya. Stroberi adalah tanaman subtropis yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi tropis yang memiliki temperatur 17–20 C0. Kelembaban udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%. Ada beberapa varietas stroberi yang ditanam di Desa Serang, diantaranya Oso Grande, Sweet Charlie, dan Santung (Belanda). Namun yang paling banyak dibudidayakan adalah varietas Oso Grande karena lebih tahan lama sehingga lebih menguntungkan bagi petani. Varietas Sweet Charlie buahnya besar-besar namun tidak tahan lama, sehingga kurang awet apabila dikirim ke daerah di luar Purbalingga. Bagian yang dikonsumsi dari stroberi mencapai 96% sedangkan kandungan nutrisi per 100 gram buah (Rukmana, 1998).

2.1.3   Teori Motivasi
Motivasi mempersoalkan bagaimana cara mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahan. Teori motivasi di kelompokkan menjadi dua.
1.      Teori kepuasan
Teori ini mendasarkan pendekatanya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkan bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Teori ini memusatkan perhatiannya pada faktor-faktor dalam diri orang menguatkan mengarahkan, mendukung dan menghentikan perilakunya. Teori ini mencoba menjawab pertanyaan kebutuhan apa yang memuaskan dan mendorong semanagat bekerja seseorang. Hal yang memotivasi semanagat kerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan materil maupun non materil yang di perolehnya dari hasil pekerjaannya.
2.      Teori motivasi proses
Teori motivasi proses ini pada dasarnya berusaha untuk menjawab pertanyaan “bagaimana menguatkan, mengarahkan, memelihara, dan menghentikan perilaku individu”. Agar setiap individu bekerja giat sesuai dengan keinginan manajer. Bila di perhatikan secara mendalam, teori ini merupakan proses “sebab dan akibat” bagaimana seseorang bekerja serta hasil apa yang akan di perolehnya. Jika bekerja baik saat ini maka hasilnya akan diperoleh baik hari esok. Hasil yang dicapai tercermin bagaimana proses kegiatan yang dilakukan seseorang, hasil ini merupakan kegiatan yang kemaren (Hasibuan, 1996)
Menurut Siagian (2004) Motivasi merupakan akibat interaksi seseorang dengan situasi tertentu yang dihadapinya, oleh karena itu terdapat perbedaan dalam kekuatan dalam motivasi yang ditunjukan oleh seseorang dalam menghadapi situasi tertentu dibandingkan dengan orang-orang yang lain dalam menghadapi situasi yang sama. Bahka seseorang akan menunjukan dorongan tertentu dalam menghadapi situasi yang berbeda dan dalam waktu yang berlainan pula. Berbicara tentang motivasi salah satu hal yang amat penting untuk diperhatikan  adalah bahwa tingkat motivasi seseorang berbeda dengan tingkat motivasi orang lain dan pada waktu yang berlainan.
Menurut salah satu pelopor yang mendalami teori motivasi yaitu Maslow dalam buku Siagian (2004) bahwa kebutuhan manusia itu dapat diklasifikasikan pada lima khirarki yaitu :
1.    Kebutuhan fisiologis
Perwujudan paling nyata dari kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan-kebutuhan pokok manusia seperti sandang, papan, pangan dan perumahan.kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang paling mendasar bukan saja karena setiap orang membutuhkannya terus menerus dari lahir hingga ajalnya, akan tetapi tanpa pemuasan berbagai kebutuhan  tersebut  seseorang tidakdapat dikatakan hidup secara normal.
2.    Kebutuhan akan keamanan
Kebutuhan keamanan harus dilihat dalam arti luas, tidak hanya dilihat dari keamanan fisik meskipun aspek ini yang sangat penting akan tetapi keamanan yang bersifat psikologis termasuk perlakuan adil dalam pekerjaan seseorang.
3.    Pemuasan kebutuhan sosial
Telah umum diterima sebagai kebenaran universal bahwa manusia adalah makhluk sosial. Biasanya kebutuhan sosial tersebut tercermin dalam empat bentuk “perasaan” yaitu (1) perasaan diterima oleh oarang lain, (2) harus diterima sebagai kenyataan bahwa setiap orang mempunya jati diri yang khas dengan segala kelebihan dan kekurangannya, (3) kebutuhan akan rasa maju, dan (4) kebutuhan akan perasaan diikut sertakan atau sense of participation.
4.    Kebutuhan esteem
Salah satu ciri dari manusia bahwa dia mempunyai harga diri. Oleh karena itu semua orang memerlukan pengakuan atas keberadaan dan statusnya oleh orang lain.keberadaan dan status seseorang biasanya tercermin pada berbagai lambang yang penggunaannya sering dipandang sebagai hak seseorang.

5.    Kebutuhan aktualisasi diri
Dewasa ini semakin disadari oleh berbagai kalangan yang semakin luas bahwa dalang diri tiap manusia terpendam petensi kemampuan yang belum seluruhnya dikembangkan.adalah hal yang normal apabila dalam meneti karier sesseorang ingin agar potensinya itu dikembangkan secara sistematik sehingga menjadi kemampauan yang efektif. Dengan pengembangan demikian seseorang dapat memberikan sumbangan yang lebih besar bagi kepentingan organisasi dan dengan demikian meraih

2.1.4   Analisis Skoring
Mean adalah nilai rata-rata dari data (berupa skor) yang di peroleh dari pengumpulan data dimana sebenarnya besarnya bersifat kuantitas dan tidak bervariasi. Untuk mencari besarnya mean (simbol yang di gunakan) dapat diperoleh dengan menghitung jumlah skor di bagi dengan banyaknya responden. Jumlah skor biasanya di simbolkan dengan ∑X sedangkan banyaknya responden disimbolakan dengan n. Rumusan dengan menghitung besarnya tendensi sentral mean dapat di formulisasikan sebagai berikut.

Keterangan      :
X         : Mean
X1-Xn : Skor responden
n          : Jumlah responden
           





Rumusan di atas di gunakan untuk data, di mana frekuensi setiap skornya hanya ada satu jika frekuensi tiap-tiap skornya lebih dari satu di gunakan rumusan berikut.
Keterangan :
X         : Mean
∑fx      : Jumlah Hasil perkalian f dengan x
N         : jumlah responden
            Adapun besar isi kelas pada interval akan mempengaruhi banyak sedikitnya interval kelas dapat di pakai rumusan sebagai berikut
i
Keterangan :
I           : isi kelas
R         : rentang atau skor tertinggi dikurangi skor terendah (Soepono, 23-27)
Mean Mode
            Ada satu formula rumusan lagi, untuk mencari besaran rata-rata (mean) yaitu mean berkode atau mean tebakan. Rumusan ini sangat membantu peneliti, menghadapi angka yang besar dalam perhitungan. Adapun formulasi rumusanya adalah sebagai berikut.
X tb) i
Keterangan :
X tb     : Mean berkode
X0          : Titik kelas yang sesungguhnya
u          : Devisi berkode
∑f.u     : Jumlah seluruh hasil perkalian frekuensi dengan kode.
i           : isi interval kelas
∑f        : total frekuensi          

2.1.5   Teori Produksi
            Fungsi produksi untuk setiap komoditi adalah suatu persamaan, tabel atau grafik yang menunjukkan jumlah maksimum komoditi yang dapat di produksi per unit waktu untuk setiap kombinasi input alternatif, bila menggunakan teknik produksi terbaik yang tersedia. Suatu fungsi produksi pertanian di peroleh dengan menggunakan berbagai alternatif jumlah tenaga kerja per unit waktu untuk menggarap sebidang tanah tertentu yang tetap dan mencatat alternatif output yang dihasil;kan perunit waktu. (kita akan selalu mengacu pada kasus semacam ini, dimana paling sedikit satu faktor produksi atau input adalah tetap dalam jangka pendek). Produk tenaga kerja rata-rata (avarage product of labor= APL) didefinisikan sebagai produk total (TP) di bagi jumlah unit tenaga kerja yang di gunakan. Produk tenaga kerja marjinal (Marjinal Product of Labor= MPL) ditentukan oleh perubahan TP per unit perubahan jumlah tenaga kerja yang di gunakan.
·         Tahap-Tahap Produksi
            Kita dapat menggunakan hubungan antara kurva APL dan MPL untuk menentukan tiga tahap produksi bagi penggunaan tenaga kerja. Tahap satu mulai dari titik nol ketitik di mana APL maksimum. Tahap dua mulai dari titik APL maksimum samp[ai titik di mana MPL= 0. Tahap Tigameliputi daerah MPL yang negatif. Produsen tidak akan bekerja pada tahap tiga, meskipun tenaga kerja tidak dibayar, karena ia dapat menaikkan output total dengan menggunakan sedikit tenaga kerja pada tahap satu. Tahap 1 bagi penggunaan tenaga kerja seperti tahap tiga bagi penggunaan tanah (MPtanah Negatif). Dengan demikian hanya tahap dua yang merupakan tahap produksi bagi produsen yang rasional.
·         Produksi Dengan Dua Input Variabel Isokuan
            Kita sekarang beralih kekasus dimana perusahaan menggunakan dua faktor produksi, tenaga kerja dan modal, yang keduanya bersifat variabel. Faktor produksi bersifat variabel maka kita berhubungan dengan analisis hubungan jangka panjang. Suatu isokuan menunjukkan kombinasi yang berbeda dari tenaga kerja dan barang modal yang memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan jumlah output tertentu.
2.1.6   Teori Biaya dan Pendapatan
            Biaya produksi, perhatian kita pada mulanya akan di pusatkan pada biaya produksi perunit, karena manajemen sangat berkepntingan untuk:
1.      Menetapkan nilai persediaan yang akan disajikandalam neraca, artinya beberapa nilai barang yang belum di jual pada saat tersebut dan sekaligus menjadi nilai awal periode berikutnya
2.      Penetapan harga pokok barang yang di jual selama periode tersebut dalam rangka perhitungan keuntungan. Bila kalkulasi biaya per unit salah maka baik perhitungan keuntungan maupun nilai persediaan akan salah.
3.      Membantu manajemen menentukan sikap dalam kondisi tertentu. Tanpa di ketahui biaya per unit manajemen akan mengalami kesulitan dalam penentuan harga jual, menetapkan penambahan atau pengurangan produksi, membandingkan mana yang lebih menguntungkan membuat sendiri atau lebih baik membeli komponen bahan baku tertentu, memperluas oprasi atau cukup di kontrakkan pada pihak lain bila ada pertambahan pesanan, menerima pesanan husus pada tingkat husus (Rony, 1990)
Kurva biaya menunjukan biaya produksi minimum pada berbagai tingkat output. Biaya ini mencangkup biaya eksplisit maupun baik implisit. Biaya eksplisit mencerminkan pengeluaran aktual yang di keluarkan oleh perusahaan untuk membeli atau menyewa input yang di perlukan. Biaya implisit mencerminkan nilai input yang dimiliki ini harus di masukkan atau di perkirakan menurut apa yang mereka peroleh dalam penggunaan alternatif terbaik. Dalam jangka, jumlah satu atau lebih (tetapi tidak semua) faktor produksi adalah tetap. Biaya tetap total (TFC) mencerminkan seluruh kewajiban atau biaya yang di tanggung oleh perusahaan per unit waktu atas semua input variabel. Biaya Total (TC) adalah TFC di tambah TVC (Salvatore, 1994)




Pendapatan dapat juga disebut keuntungan merupakan selisih antara penerimaan total dengan biaya total, dan biaya itu terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Secara matematis analisis pendapatan dapat ditulis sebagai berikut (Soekartawi,1995):
Pd  = TR – TC           
            TR = Pxi * Xi             
            TC = TFC + TVC
Keterangan:
Y         : Pendapatan Usahatani
TR       : Penerimaan Total
TC       : Total Biaya
Pxi       : Harga persatuan
Xi        : Jumlah Fisik dari Input (Produkksi)
FC       : Biaya tetap total
VC      : biaya tidak tetap (variabel total)
Biaya diklasifikasikan menjadi dua yaitu (1) biaya tetap (fixed cost) dan (2) biaya tidak tetap (variable cost). Biaya tetap pada umumnya didefinisikan sebagai biaya-biaya yang relatif tetap jumlahnya dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak ataupun sedikit. Biaya tidak tetap merupakan biaya yang besarnya berubah-ubah sesuai dengan produksi yang dihasilkan. Biaya total merupakan jumlah keseluruhan biaya yang digunakan pada saat proses produksi berlangsung, terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.

2.1.7   Teori Analisis Regresi
Model regresi sedemikian itu di anggap sederhana karena hanya mempersoalkan hubungan antara dua variabel yaitu variabel dependen Y dan variabel dependen X. Tujuan utama analisis regresi sederhana sedemikian itu adalah guna mengukur intensitas hubungan antara dua variabel di atas dan membuat prediksi maupun dengan nilai Y atas dasar nilai X. meskipun demikian pengguna variabel independen tunggal guna menduga variabel dependen kurang realistis. Ada kalanya rata-rata eceran beras di pasar pedesaan jawa dan madura bukan saja berhubungan erat dengan jumlah uang yang beredar, tetapi juga dengan jumlah penduduk, pendapatan rata-rata dan sebagainya.
Dalam hal di aatas, suatu variabel yang dependen dapat saja di hubungkan dengan dua atau lebih dari dua variabel atau lebih dari dua variabel independen. Tehnik regresi berganda sebenarnya di pakai guna untuk menggambarkan suatu variabel dependen di bandingkan dengan dua atau lebih dari dua variabel independen.
Analisis regresi linier berganda linier sedemikian itu sebetulnya di dasarkan pada tiga asumsi.
1.      Distribusi probabilita bersyarat variabel dependen bagi serangkaian variabel independen mengikuti pola normal atau kurang lebih normal.
2.      Distribusi bersyarat variabel dependen bagi tiap kombinasi variabel atau independen memiliki varians yang sama.
3.      Nilai-nilai variabel dependen harus independen satu dengan lainnya
Variansi berganda umumnya di berikan sebagai

Keterangan :
∑x12     : variasi total dari variabel dependen x1
n          : jumlah pasangan observasi
m         : jumlah konstanta dalam persamaan regresi berganda (Dajan, 1986)
Berikut ini akan saya kemukakan sebuah contoh hitungan mengenai masalah regresi dan korelasi berganda secara linier dengan menggunakan dua variabel independen. X1 merupakan variabel dependen, X2 dan X3 merupakan variabel independen, maka modal linier hubungan variabel-variabel di atas secara berganda menjadi
Y=  a + b2  x2+ b3 X3+…. + bn Xn



Keterangan :
Y                     : variabel terikat
X1, X2, Xn          : variabel bebas
bo                     : konstanta
a, b1, b2, bn       : koefisien variabel
.
2.2  Kerangka Pemikiran
Program pembangunan pertanian pada hakekatnya merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi, melayani dan mendorong berkembangnya sistem agribisnis dan usaha-usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan desentralistis guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pertanian diarahkan kepada pencapaian tujuan pembangunan pertanian jangka panjang, yaitu sektor agribisnis sebagai andalan pembangunan nasional. Pengembangan usaha di bidang pertanian dimaksudkan untuk mengoperasionalkan pembangunan sistem dan usaha agribisnis secara produktif sehingga mampu memanfaatkan sumberdaya yang ada secara optimal dan menghasilkan produk-produk pertanian yang memiliki nilai tambah serta berdaya saing tinggi baik di pasar domestik maupun pasar internasional.
Hortikultura merupakan suatu cabang dari ilmu pertanian yang ditunjang oleh beberapa ilmu pengetahuan lainnya, seperti agronomi, pemuliaan tanaman dan teknologi benih. Hortikultura sendiri terbagi menjadi 3 golongan tanaman yakni: tanaman buah-buahan, tanaman sayuran dan tanaman bunga atau hias. Berdasarkan jenis krop yang diusahakan hortikultura mencakup bidang ilmu buah-buahan (pamology), sayuran (olericulture), bunga dan tanaman hias (floriculture), serta pertamanan (landscape horticulture).
Komoditas hortikultura yang terdiri dari tanaman buah-buahan, sayuran dan tanaman hias merupakan komoditas yang prospektif untuk dikembangkan karena memiliki pangsa pasar baik dalam negeri maupun luar negeri yang terus meningkat. Mayoritas petani di Indonesia lebih banyak mengusahakan tanaman pangan dibandingkan dengan tanaman hortikultura. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan yang cukup besar terhadap ketersediaan pangan dan resiko kegagalan yang rendah. Tanaman hortikultura memerlukan penanganan yang lebih intensif, modal yang besar, pengetahuan budidaya yang baik serta penggunaan teknologi yang lebih tinggi, sedangkan petani tradisional cenderung malas untuk mempelajari sesuatu yang baru.
Usaha tani di kecamatan malangbong telah berlangsung sejak lama. Kegiatan usaha tani strawberry telah menjadikan fokus mata pencarian petani sehari hari. Hasil dari usahatani strawberry digunakan petani untuk mencukupi kebutuhan petani dan keluarga. Petani strawberry tergolong petani kurang maju, karena petani strawberry di kecamatan Malangbong kurang menerima berbagai informasi  tentang tentang usaha tani dan belum terbentuknya kelompok tani. Sehingga petani strawberry mengalami kerugian yang cukup besar yang diakibatkan karena hujan yang tidak henti-hentinya dan tidak menerima informasi dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut, yang mengakibatkan buah strawberry menjadi busuk dan pohon-pohon pun menjadi layu.
Setiap orang memilki motivasi yang berbeda beda untuk bekerja. Petani untuk melakukan pekerjaan pasti membutuhkan motivasi untuk menangani masalah dalam kegagalan panen. Motivasi adalah dorongan berasal dari dalam diri maupun luar diri seseorang untuk mencapai tujuan atau sasaran. Kesejahteraan masyarakat petani strawberry sangat di pengaruhi oleh pendapatan sehingga jika produksi petani strawberry menurun maka kesejahteraan petani di kecamatan malangbong juga menurun.
Negara yang beriklim subtropis mengembangkan pola metode budidaya strawberry selalu di sesuaikan dengan kondisi musim. Dalam jangka satu tahun dapat dilakukan tiga musim penanaman yaitu pada musim panas, semi dan dingin. Penanaman pada musim semi (spring planting), sedangkan pada musim panas disebut strawberry musim panas (summer planting), serta strawberry yang di tanam pada musim dingin di sebut stawberry musim dingin (winter planting).
Biaya produksi yang dikeluarkan selama kegiatan usahatani strawberry akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. Menyatakan bahwa pendapatan merupakan nilai penerimaan total produsen dikurangi dengan biaya total yang telah dikeluarkan oleh produsen. Semakin besar biaya produksi usahatani  strawberry  maka  semakin  kecil pendapatan yang dihasilkan, karena pendapatan merupakan pengurangan penerimaan dengan biaya produksi. Pendapatan petani akan lebih besar apabila dapat menekan biaya variabel yang dikeluarkan dan diimbangi dengan produktivitas yang tinggi. Perhitungan yang dilakukan oleh petani  merupakan  suatu  usaha  untuk mencapai usaha yang baik yaitu usahatani yang produktif dan efisien. Usahatani yang produktif adalah usahatani  yang   produktivitasnya  tinggi  dan  usahatani  yang  efisien  adalah usahatani yang secara ekonomis menguntungkan.
Setiap kegiatan usahatani pasti ditujukan untuk mencapai keuntungan dengan memperhitungkan masalah biaya yang dikeluarkan. Besarnya jumlah pendapatan yang diterima petani dari kegiatan usahataninya dapat diketahui dengan melakukan analisis pendapatan. Pendapatan petani dari kegiatan usahatani dapat diketahui dari penerimaan dikurangi dengan biaya total yang dikeluarkan baik biaya tetap maupun biaya variabel. Pendapatan maksimal akan diperoleh apabila petani mampu mengalokasikan biaya-biaya yang dikeluarkan secara optimal. Pendapatan yang tinggi tersebut diperoleh dengan penggunaan biaya yang berlebihan. Pengetahuan tentang data biaya dan pendapatan dari suatu kegiatan usahatani sangat diperlukan karena dapat membantu petani dalam mengambil keputusan pada penggunaan teknologi baru dengan tujuan untuk mempertinggi produksi usahataninya dengan biaya yang serendah-rendahnya sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup.
Kegiatan dalam usahatani selalu bertujuan untuk memperoleh keuntungan, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dan keluarganya. Faktor-faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap pendapatan petani pada usahatani strawberry antara lain: jumlah pohon, biaya produksi, harga jual dan jumlah produksi strawberry di kecamatan Malangbong. Peningkatan pendapatan petani akan mencapai efisiensi ekonomi yang merupakan tujuan pokok dalam setiap kegiatan usahatani. Besarnya jumlah pohon strawberry dan luas lahan juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petani. Tanaman hortikultura (buah-buahan) yang paling menguntungkan adalah dalam skala besar, yakni pengelolaan berdasarkan jumlah pohon dan luas lahan beserta banyaknya jumlah produksi strawberry. Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya jumlah pohon strawberry dan luas lahan beserta banyaknya jumlah produksi buah strawberry akan berpengaruh pada tingkat pendapan petani strawberry. Jika pendapatan produksi buah strawberry melimpah maka kesejahteraan petani akan meningkat
































































Gambar 2.1 Skema Kerangka Pemikiran

2.3  Hipotesis
1.      Tingkat motivasi petani kecamatan Malangbong adalah tinggi dimana skor tingkat motivasi petani yang diperoleh menyatakan bahwa responden yang mempunyai tingkat motivasi tinggi lebih banyak dari pada responden yang mempunyai tingkat motivasi rendah.
2.      Kesejahteraan petani Malangbong saat ini menurun yang di akibatkan hasil panen strawberry menurun.
3.      Terdapat hubungan nyata antara tingkat produksi dengan iklim pada usaha tani strawberry di kecamatan Malangbong.

 
BAB. 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Penentuan Daerah Penelitian
            Daerah  penelitian  ditentukan  dengan  menggunakan  metode  secara sengaja (purposive method). Daerah penelitian yang dipilih sebagai obyek penelitian adalah di kecamatan malangbong kabupaten garut dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan daerah penghasil buah strawberry. Daerah ini juga memiliki potensi untuk berkembang menjadi daerah penghasil komoditas buah strawberry terbesar di kecamatan malangbong kabupaten garut.

3.2 Metode Penelitian
            Metode yang digunakan dalam penelitian ini, metode deskriptif adalah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, metode ini berhendak mengadakan akumulasi data dasar belaka. Pengertian metode penelitian yang lebih luas, penelitian deskriptif mencangkup metode penelitian yang lebih luas di luar metode sejarah, eksperimental dan secara umum sering lebih di beri nama metode survei. Kerja peneliti bukan hanya memberikan gambaran terhadap fenomena-fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan, menguji hipotesi, membuat prediksi serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang ingin di pecahkan. Dalam mengumpulkan data di gunakan tehnik wawancara, dengan menggunakan schedule questionair ataupun interview guide (Nazir, 2003)

3.3    Metode Pengambilan Contoh
Metode pengambilan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pengambilan contoh dilakukan dengan metode simple rendom sampling, kita memikirkan objek penelitian kita sebagai suatu keseluruhan yang homogen. Adakalanya kita menginginkan suatu ketetapan yang lebih tajam terhadap masalah yang kita selidiki sehingga kita perlu membagi terlebih dahulu populasi atas kelas-kelas atau subpopulasi akan memberikan pada kita dua hal yaitu:
a.       Homogenitas yang lebih nyata di dalam masing masing subpopulasi atau masing masing kelas
b.      Memberikan heterogenitas yang nyata terhadap subpopulasi (Nazir, 2003).
Untuk mengukur ukuran sampel dari populasi, kita menggunakan rumus Sevilla (1960) sebagai berikut :
n =        N
         1 + Ne2
Keterangan :
n          = ukuran sampel
N         = ukuran populasi
e          = nilai kritis (batas ketelitian) yang di inginkan (persen kelonggaran atau        ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel populasi 5%)
Maka hasil perhitungannya adalah
n =        N
         1 + N.e2
   = 324/1+324*0,052
   = 179
            Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Proportioned Stratified Random Sampling, maka didapat jumlah sampel minimal yang harus diambil secara acak yaitu 179 petani strawberry dari jumlah populasi yang ada yaitu 324 petani strawberry. Pembagian petani strawberry tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 2.  Keadaan Populasi dan Sampel Petani Strawberry Di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut
   No                Jumlah Pohon              Populasi (Orang)         Sampel (Orang)
    1.                     <1800                                  108                              60       
    2.                 1800-2000                               108                              60
    3.                     > 2000                                 108                              59
Jumlah                                                             324                              179






3.4 Metode Pengumpulan Data
            Metode pengambilan data dalam penelitian ini sebagian besar dilakukan melalui penyusunan daftar pertanyaan yang berhubungan dengan masalah penelitian untuk memperoleh data primer dan ditunjang oleh adanya data sekunder.
1.    Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara berdasarkan daftar pertanyaan yang telah ditetapkan.
2.    Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari berbagai literatur maupun instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ini.

3.5 Metode Analisis Data
Untuk menguji permasalahan yang pertama yaitu mengenai tingkat motivasi petani dalam berusahatani strawberry di kecamatan Malangbong menggunakan analisis deskriptif dari hasil wawancara yang mendalam dipandu dengan kuisioner. Batasan penggunaan kuisioner ini adalah menggunakan teori Maslow, perlu  diketahui indikator-indikator dalam motivasi diberi nilai antara 1-3 menerut teori motivasi yang dikemukakan oleh Maslow yang meliputi :           
1.      Kebutuhan Fisik (skor 7-21)
a.       Pemenuhan kebutuhan usaha tani                                                  (skor 1-3)
b.      Pemenuhan kebutuhan pangan                                                      (skor 1-3)
c.       Pemenuhan kebutuhan sandang                                                     (skor 1-3)
d.      Pemenuhan kebutuhan papan                                                                    (skor 1-3)
e.       Pemenuhan kebutuhan tersier                                                        (skor 1-3)
f.       Pemenuhan kebutuhan pendidikan anak                                       (skor 1-3)
g.      Pemenuhan kebutuhan kesehatan                                                  (skor 1-3)
2.      Kebutuhan Keamanan (skor 6-18)
a.       Ketenangan dalam aktivitas usaha tani                                          (skor 1-3)
b.      Kemudahan dalam memperoleh bibit strawberry                          (skor 1-3)
c.    Kemudahan mendapatkan informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan budidaya strawberry                                                                  (skor 1-3)
d.     Adanya bantuan mengatasi hama pada tanaman atrawberry         (skor 1-3)
e.      Kepuasan hasil usaha tani                                                              (skor 1-3)
f.       Jaminan pasar hasil usaha tani strawberry                                      (skor 1-3)
3.      Kebutuhan Sosial (skor 4-12)
a.      Pengaruh kelompok terhadap usaha tani strawberry                                 (skor 1-3)
b.      Aktif dalam organisasi/ kegiatan sosial                                          (skor 1-3)
c.      Aktif dalam organisasi kegiatan/ keagamaan                                 (skor 1-3)
d.     Kebutuhan untuk mengikuti pelatihan usahatani strawberry                    (skor 1-3)
4.      Kebutuhan Penghargaan (skor 4-12)
a.      Usaha untuk meningkatkan hasil usahatani strawberry                 (skor 1-3)
b.      Kebutuhan adanya dukungan keluarga                                         (skor 1-3)
c.       Penghargaan dari orang/ kelompok lain terhadap keberhasilan     (skor 1-3)
d.      Penghargaan/ bantuan dari pemerintah terhadap keberhasilan     (skor 1-3)
5.      Kebutuhan Aktualisasi Diri (skor 4-12)
a.       Semangat dalam aktivitas usahatani                                              (skor 1-3)
b.    Keinginan untuk mendapat pengetahuan dan keterampilan dalam berusahatani strawberry                                                                     (skor 1-3)
c.       Keinginan untuk mengembangkan usaha tani strawberry             (skor 1-3)
6.      Stroberi merupakan buah yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Daya tarik buah ini terletak pada warnanya yang merah mencolok dengan bentuk yang mungil, menarik, dan rasanya yang manis segar.
Untuk menguji hipotesis ke dua  tentang pendapatan yang diperoleh petani dalam berusahatani strawberry digunakan analisis dengan formula sebagai berikut (Soekartawi, 1995):
Y = TR – TC
TR = P.Q
TC = TFC + TVC
Keterangan:
Y         = Pendapatan (Rp/ha)
P          = Harga satuan output (Rp/kg)
Q         = Jumlah output yang dijual (kg/ha)
TR       = Total penerimaan (Rp/ha)
TC       = Total biaya (Rp/ha)
TFC     = Total biaya tetap (Rp)
TVC    = Total biaya variabel (Rp/ha)
F = Y (1 + i) n
 
Berdasar pada hasil analisis pendapatan di atas, kemudian dianalisis      kembali dengan menggunakan compounding factor dengan formula sebagai berikut:


Untuk menguji hipotesis ke tiga menggunakan Analisis regresi linier berganda linier sedemikian itu sebetulnya di dasarkan pada tiga asumsi.
1.      Distribusi probabilita bersyarat variabel dependen bagi serangkaian variabel independen mengikuti pola normal atau kurang lebih normal.
2.      Distribusi bersyarat variabel dependen bagi tiap kombinasi variabel atau independen memiliki varians yang sama.
3.      Nilai-nilai variabel dependen harus independen satu dengan lainnya
Variansi berganda umumnya di berikan sebagai

Keterangan :
∑x12     : variasi total dari variabel dependen x1
n          : jumlah pasangan observasi
m         : jumlah konstanta dalam persamaan regresi berganda (Dajan, 1986)
Berikut ini akan saya kemukakan sebuah contoh hitungan mengenai masalah regresi dan korelasi berganda secara linier dengan menggunakan dua variabel independen. X1 merupakan variabel dependen, X2 dan X3 merupakan variabel independen, maka modal linier hubungan variabel-variabel di atas secara berganda menjadi



Y=  a + b2  x2+ b3 X3+…. + bn Xn
Keterangan :
Y                     : variabel terikat
X1, X2, Xn          : variabel bebas
bo                     : konstanta
a, b1, b2, bn       : koefisien variabel

3.6 Terminologi
1.      Strawberry adalah hortikultura buah yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi
2.      Petani strawberry adalah usaha budidaya strawberry yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari hasil buah strawberry.
3.      Motivasi adalah dorongan baik dari dalam maupun dari luar diri seseorang untuk bekerja lebih giat demi tercapainya suatu tujuan tertentu.
4.      Produktivitas adalah kemampuan petani strawberry untuk menghasilkan buah strawberry dalam satuan Kwt/ Ton.
5.      Produksi buah strawberry adalah  jumlah buah yang dihasilkan oleh petani strawberry.
6.      Keuntungan adalah selisih total penerimaan dengan total biaya (untuk satu kali panen) dalam usaha tani strawberry, dinyatakan dalam satuan rupiah.
7.      Kebijakan pemerintah adalah program yang dijalankan oleh pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bantuan baik secara moral maupun materiil di semua sektor.

DAFTAR PUSTAKA
Ninda, 1997. Hortikultura Buah SMK Diponegoro © 2010 Powered by Jusika Media Komputama

Gunawan, Livy Winata 1996. Stroberi. Jakarta : Penebar Suadaya

Rukmana, R 1998. Stroberi Budidaya dan Pascapanen. Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI)

Isfaraini, Andri 2007. Studi Koperatif motivasi tenaga kerja pada agroindustri tape formal dan non formal di kabupaten jember. Skripsi. Jember: Jurusan Sosial ekonomi pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember

Mayasari,  2005. Kajian partisipasi dan tingkat motivasi petani dalam berusaha tani horikultura buah pada kelompok tani Jaya I di desa Maron wetan kecamatan Maron. Skripsi. Jember: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Hasibuan, Malayu 1996. Organisasi dan Motivasi. PT Gunung Agung Jakarta.

Siagian, Sondang P 2004. Teori Motivasi dan Aplikasinya. PT Asdi Mahasatya, Jakarta.

Soepeno, Bamabang. Statistik Terapan. PT Rineka Cipta Jakarta.    

Rony, Helmi 1990. Akutansi Biaya (pengantar untuk perencanaan dan pengendalian biaya produksi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta.

Salvatore, Dominick 1994. Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: Erlangga (Anggota IKAPI)

Soekartawi 1995. Analisis Usaha tani. Jakarta: Universitas Indonesia.

Dajan, Anto 1986. Pengantar Metode Statistika. LP3ES Indonesia.

Nazir, M 2003. Metode Penelitian. Penerbit Ghalia Indonesia.

Sevilla, Consuelo G 1960. Pengantar Metode Penelitian.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar